Tahun lalu, dalam acara yang sama... anak ini juga sempat bershalawat di
hadapan para tamu. Ia sampai meneteskan air mata karena mengingat orang tua
yang tak lagi bersamanya. Dan tahun ini ayahnya benar-benar telah pergi
menghadap sang Illahi. Innalillahiwainailaihirajiun
Merdunya suara anak ini. Lebih merdu ketika
kita mendengarnya secara langsung.
Semoga shalawat selalu tercurah kepada
junjungan kita Nabi Muhammad saw.
Aku ingin rasanya kehidupan yang lalu bisa
terjalin kembali
Masyaa Allah
Masih enggan bersyukurkah kita dengan apa
yang kita miliki? Masihkah kita menyianyiakan setiap apa yang ada dihadapan
kita? Masihkah kita mengeluh dengan keadaan? Masih tegakah kita membantah dan
melawan orang tua kita? Masih kita menyakiti kedua orang tua kita?
Seberapa sering kita menghabiskan waktu
dengan mereka, kedua orang tua kita? Dan berapa banyak waktu yang kita habiskan
untuk hal percuma dan parahnya hanya akan membawa kita pada kesia-siaan???
Sementara mereka
yang ada disini? Mereka begitu ingin kehidupan seperti kita. Berkumpul bersama
keluarga. Menghabiskan waktu bersama. Dan kita??? Mari kitya tanyakan pada diri
kita masing-masing.
Tapi apakah mereka pernah mengeluh? Tentu.
Karena mereka juga manusia biasa seperti kita.
Apakah dengan mengeluh bisa menyelesaikan
masalah? TIDAK!!!
Yaa mengeluh tidak akan menyelesaikan
masalah. Mereka mempunyai mimpi. Dan mereka kini sedang berjuang meraih
mimpinya. Mungkin tidak seperti kita yang difasilitasi dengan berbagai macam
sarana pendukung. Tapi apakah mereka tidak lebih hebat dari kita???
Sampai kapan kita hidup dalam belantara?
Tidak berkacakah kita???
Kita yang masih mempunyai kedua orang tua... Sampai kapan kita menyakiti
mereka??? Kapan kita bisa membahagiakan mereka???